Pagi ini aku kira adalah hari yang sangat menyenangkan. Tapi keyakinan ku berubah saat dia menghubungiku. Hari ini adalah hari jadiku dengannya yang ke satu tahun. Awalnya aku ingin memberikan kejutan untuknya dengan menyiapkan makan malam yang romantis di sebuah restoran. Aku benar-benar sudah mempersiapkan dinner ku dengannya dari jauh-jauh hari. Tiap pulang sekolah, aku mencari-cari tempat makan malam yang cocok untukku dengannya. Akhirnya temanku merekomendasikan sebuah tempat yang menurutku benar-benar romantis. Dan hari ini lah waktunya. Akan tetapi semuanya berantakan. Hari ini menjadi hari yang sangat menyebalkan untukku. Aku benar-benar benci hari ini. Aku berharap ini mimpi dan tidak benar-benar terjadi. Sungguh, aku tidak mau kejadian ini terjadi hari ini ! ini seperti mimpi buruk di siang bolong. Entah apa yang ada difikiranku saat dia mengatakan itu padaku. Marah, kesal, sedih, semua jadi satu. Rasanya kemarahanku dan kekesalanku sudah mencapai titik puncak. Semua yang awalnya baik-baik saja, kini menjadi hacur berantakan. Ya Tuhan, kenapa ini terjadi padaku ??? aku benar-benar mencintai dan menyayanginya. Tapi mengapa dia memutuskan hubungan ini di saat hari jadi kita yang pertama ? kemarin aku dengan dia baik-baik saja. Tak ada masalah yang membuat kita bertengkar hebat.
Baru saja kemarin dia
mengatakan kalau dia sangat menyangiku. Tetapi apa yang dia ungkapkan kemarin
seperti tak ada artinya. Aku benar-benar tidak terima dia memutuskan hubungan
ini tanpa alasan yang jelas. Hari ini aku mengajaknya untuk membicarakan hal
ini di taman dekat kampus ku. Dia pun tak menolaknya. Hari ini sepertinya tak
ada gairah untukku pergi keluar rumah. Tetapi demi mendapatkan alasan yang
tepat mengenai keputusannya, akhirnya aku segera bersiap-siap untuk pergi ke
kampus. Dengan pakaian yang asal kuambil dari lemari, rambut yang ku sisir
asal, dan wajah yang tak ber make up sama sekali. Sangat-sangat tak ada gairah
untuk berpenampilan rapih seperti biasa. Sampai-sampai aku pun tak sadar kalau
sepatu yang aku kenakan berbeda model dan warna. Ketika aku keluar dari kamar,
semua orang yang berada diruang tengah pun memperhatikanku yang berbeda dari
sebelumnya. Sampai-sampai adikku yang masih berumur 5thn mengatakan kalau aku
mirip badut yang berada di film kartun kesukaannya.
