Archive for 2013

Hari Jadiku yang Pertama Sekaligus Hari Terakhirku Bersamanya


.



Pagi ini aku kira adalah hari yang sangat menyenangkan. Tapi keyakinan ku berubah saat dia menghubungiku. Hari ini adalah hari jadiku dengannya yang ke satu tahun. Awalnya aku ingin memberikan kejutan untuknya dengan menyiapkan makan malam yang romantis di sebuah restoran. Aku benar-benar sudah mempersiapkan dinner ku dengannya dari jauh-jauh hari. Tiap pulang sekolah, aku mencari-cari tempat makan malam yang cocok untukku dengannya. Akhirnya temanku merekomendasikan sebuah tempat yang menurutku benar-benar romantis. Dan hari ini lah waktunya. Akan tetapi semuanya berantakan. Hari ini menjadi hari yang sangat menyebalkan untukku. Aku benar-benar benci hari ini. Aku berharap ini mimpi dan tidak benar-benar terjadi. Sungguh, aku tidak mau kejadian ini terjadi hari ini ! ini seperti mimpi buruk di siang bolong. Entah apa yang ada difikiranku saat dia mengatakan itu padaku. Marah, kesal, sedih, semua jadi satu. Rasanya kemarahanku dan kekesalanku sudah mencapai titik puncak. Semua yang awalnya baik-baik saja, kini menjadi hacur berantakan. Ya Tuhan, kenapa ini terjadi padaku ??? aku benar-benar mencintai dan menyayanginya. Tapi mengapa dia memutuskan hubungan ini di saat hari jadi kita yang   pertama ? kemarin aku dengan dia baik-baik saja. Tak ada masalah yang membuat kita bertengkar hebat.            
      Baru saja kemarin dia mengatakan kalau dia sangat menyangiku. Tetapi apa yang dia ungkapkan kemarin seperti tak ada artinya. Aku benar-benar tidak terima dia memutuskan hubungan ini tanpa alasan yang jelas. Hari ini aku mengajaknya untuk membicarakan hal ini di taman dekat kampus ku. Dia pun tak menolaknya. Hari ini sepertinya tak ada gairah untukku pergi keluar rumah. Tetapi demi mendapatkan alasan yang tepat mengenai keputusannya, akhirnya aku segera bersiap-siap untuk pergi ke kampus. Dengan pakaian yang asal kuambil dari lemari, rambut yang ku sisir asal, dan wajah yang tak ber make up sama sekali. Sangat-sangat tak ada gairah untuk berpenampilan rapih seperti biasa. Sampai-sampai aku pun tak sadar kalau sepatu yang aku kenakan berbeda model dan warna. Ketika aku keluar dari kamar, semua orang yang berada diruang tengah pun memperhatikanku yang berbeda dari sebelumnya. Sampai-sampai adikku yang masih berumur 5thn mengatakan kalau aku mirip badut yang berada di film kartun kesukaannya.

Tujuh Kali Naik Haji Tidak Bisa Melihat Ka’bah


.

Sebagai seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya, Hasan (bukan nama sebenarnya), mengajak ibunya untuk menunaikan rukun Islam yang kelima.
Sarah (juga bukan nama sebenarnya), sang Ibu, tentu senang dengan ajakan anaknya itu. Sebagai muslim yang mampu secara materi, mereka memang berkewajiban menunaikan ibadah Haji.
Segala perlengkapan sudah disiapkan. Singkatnya ibu anak-anak ini akhirnya berangkat ke tanah suci. Kondisi keduanya sehat wal afiat, tak kurang satu apapun. Tiba harinya mereka melakukan thawaf dengan hati dan niat ikhlas menyeru panggilan Allah, Tuhan Semesta Alam. “Labaik allahuma labaik, aku datang memenuhi seruanMu ya Allah”.
Hasan menggandeng ibunya dan berbisik, “Ummi undzur ila Ka’bah (Bu, lihatlah Ka’bah).” Hasan menunjuk kepada bangunan empat persegi berwarna hitam itu. Ibunya yang berjalan di sisi anaknya tak beraksi, ia terdiam. Perempuan itu sama sekali tidak melihat apa yang ditunjukkan oleh anaknya.
Hasan kembali membisiki ibunya. Ia tampak bingung melihat raut wajah ibunya. Di wajah ibunya tampak kebingungan. Ibunya sendiri tak mengerti mengapa ia tak bisa melihat apapun selain kegelapan. beberapakali ia mengusap-usap matanya, tetapi kembali yang tampak hanyalah kegelapan.
Padahal, tak ada masalah dengan kesehatan matanya. Beberapa menit yang lalu ia masih melihat segalanya dengan jelas, tapi mengapa memasuki Masjidil Haram segalanya menjadi gelap gulita. Tujuh kali Haji Anak yang sholeh itu bersimpuh di hadapan Allah. Ia shalat memohon ampunan-Nya. Hati Hasan begitu sedih. Siapapun yang datang ke Baitullah, mengharap rahmatNYA. Terasa hampa menjadi tamu Allah, tanpa menyaksikan segala kebesaran-Nya, tanpa merasakan kuasa-Nya dan juga rahmat-Nya.
Hasan tidak berkecil hati, mungkin dengan ibadah dan taubatnya yang sungguh-sungguh, Ibundanya akan dapat merasakan anugrah-Nya, dengan menatap Ka’bah, kelak. Anak yang saleh itu berniat akan kmebali membawa ibunya berhaji tahun depan. Ternyata nasib baik belum berpihak kepadanya.
Tahun berikutnya kejadian serupa terulang lagi. Ibunya kembali dibutakan di dekat Ka’bah, sehingga tak dapat menyaksikan bangunan yang merupakan symbol persatuan umat Islam itu. Wanita itu tidak bisa melihat Ka’bah.

Tangisan Mata Bunda


.


Dalam Senyum mu kau sembunyikan letih mu
Derita siang dan malam menimpa mu
tak sedetik pun menghentikan langkah mu
Untuk bisa Memberi harapan baru bagi ku


Seonggok Cacian selalu menghampiri mu
secerah hinaan tak perduli bagi mu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depan ku
mencari harapan baru lagi bagi anak mu

Bukan setumpuk Emas yg kau harapkan dalam kesuksesan ku
bukan gulungan uang yg kau minta dalam keberhasilan ku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenangan ku
tapi keinginan hati mu membahagiakan aku

Dan yang selalu kau berkata pada ku
Aku menyayangi mu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu
aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hati ku


Karya: Monika Sebentina

Ketulusan Seorang Ibu


.

Ibu...
Sembilan bulan kau mengandungku
Tanpa rasa lelah, putus asa, dan mengeluh
Kau bawa aku kemana langkah yang kau tuju
Menjelang bahagia kan datang
Kau curahkan seluruh tenagamu
Tuk bebaskan aku dari dunia yang gelap
Senyum bahagia terlukis dari raut wajahmu
Saat tangisanku pecahkan suasana
Kumandang adzan bergumam ditelinga kananku
Agar ku mengenal Tuhan yang t’lah menciptakanku
Suara iqomat terniang ditelinga kiriku
Agar ku tahu waktu kapan memujaMu
Seiring dengan bergulirnya waktu
Bertambahlah usiaku
Kau mainkan kaki mungilku
Agar ku sanggup menapaki alur hidup
Kau bisikkan lantunan kata terindah
Agar ku mampu arungi rintang kehidupan
Kini ku t’lah beranjak dewasa
Ku sadari, ku takkan pernah mampu membalas kasihmu
Ibu...
Hanya engkaulah yang mampu mencintaiku
Dengan setulus hatimu
Tak peduli tangisan yang t’lah kuberi
Hanya engkau yang bisa mengerti keadaanku
Disaat yang lain mengasingkanku
Dan hanya engkaulah yang mampu membangkitkanku
Disaat diriku rapuh dan terjatuh

Karya: Rahayu

Teman Sejati


.

 
Bila berteman jangan sampai buat mainan
Tumbuhkanlah dalam hati pada insan
Teman sejati membutuhkan ketulusan
Pengertian mewujudkan kerukunan
Suka duka silih datang  bergantian
Menjadikan kedewasaan setiap insan
Jika cinta adalah bagian dari kehidupan
Teman sejati adalah kebahagiaan tak terlupakan
Dunia kan berarti dengan adanya teman
Yang selalu mengisi ruang di setiap kesempatan
Kesetiaan yang bisa menyatukan
Diantara kawan menghancurkan permusuhan

Karya: Rahayu

7 Sifat yang Disuka Orang


.

Bagi kita seorang yang sosialis , berbaur dengan lingkungan sekitar adalah hal selalu menjadi rutinitas dan menjadi kebutuhan setiap hari nya.  Namun sadar atau tidak, soft skill atau kepribadian kita  akan berpengaruh terhadap kesuksesan kita. Satu contoh seorang sales marketing, jika mereka memiliki sikap yang tempramental, tentu produk yang ditawarkan akan tidak laku. Oleh sebab itu, Soft skill jauh lebih penting dari Hard Skill.. maka dari itu, kita perlu tahu sifat- sifat seseorang yang disukai oleh kebanyakan orang. Berikut ini adalah 7 sifat yang di sukai seseorang.

Abah dan Laut


.

Siang itu begitu terik. Angin sepoi-sepoi yang berhembus dan daun kelapa yang bergesekan seolah mengalunkan irama biola, membuat suasana yang menyenangkan untuk melepas lelah dengan mimpi sejenak disiang hari. Dari dalam rumah terdengar demburan ombak yang menembak bibir pantai. Disela-sela itu suara batuk abah memadu diantara suara gemuruh ombak. Abah membersihkan pompong kecil kami, yang dijadikan sumber rizky buat keluarga kecil kami.

“Panas bah, naik rumah bah”!
“Kamu saja yang kerumah, abah nanti saja”.
“Tapi bah…”. Ucapan ku terhenti saat abah mengangkat wajahnya yang bisa kuartikan. Aku harus pulang kerumah. Hatiku menciut saat itu. Keinginan ku agar abah istirahat diteriknya matahari tengah hari tidak berhasil. Aku melangkah pulang.Sementara ombak dan pantai masih menemani abah memperbaiki pompong kecil warisan moyang kami.
“Mana Abah mu?”. Tanya mak.
“Masih disana mak”.
“Abah kau tu degel betul, disuruh rehat siang aje susah. Badan abah kau bukannnye sehat, nanti tambah parah makin susah” Omelan mak berkepanjangan
hingga aku pun tertidur di hibur suara gesekan nyiur yang diterpa angin pantai. Aku terbangun disaat aku
mendengar suara abah dan mak berbual-bual dianjungan rumah.